Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2015

Selamat Ulangtahun yang ke 21

Selamat tanggal 10 maret ke 21 yee :D
Terimakasih untuk abah, ibu, adek-adekku, keluarga, teman-teman dan lelakiku
Semoga doa kalian untukku, menjadi doa untuk diri kalian sendiri, aamiin
Specialday, alhamdulillah diberi umur panjang sampai hari ini, semoga Allah memberi kesempatan lebih lama lagi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, aamiin
Terimakasih untuk teman-teman dari teman SD sampai Kuliah yang udah ngucapin, terimakasih ya.
Farida merasa jadi seseorang yang paling bahagia hari ini karena punya teman seperti kalian
Terimakasih untuk keluarga, sudah memberikan doa-doa terbaik untukku, semoga diijabah, aamiin
Terimakasih untukmu Lelakiku, maaf jika semalem adek nangis :(, semalem adek berdoa sambil liat wajah Mas, karena memang salah satu doa adek adalah Mas :')
Aku merasa jadi wanita yang beruntung malam itu, Allah mempertemukanku dengan lelaki seperti Mas, dan adek cuma pengen suatu saat, di umur adek selanjutnya, bisa dilewatin bareng Mas, aamiin :')
Ahh, adek nangis lagi sambil menulis tulisan ini 
Oh ya satu lagi, Selamat Ulangtahun juga untuk putri pertama abah & ibuku yaitu "Dina Fauziah".
Selamat untuk umur yang ke 22 ya mbak, seharusnya hari ini bisa niup lilin bareng farida, bisa berdoa bareng farida. Tapi ternyata, Allah lebih menyayangimu. Semoga Allah memberi tempat terbaik untuk kesayangan abah ibuk ini, Mbak tetap jadi kesayangan kami , aamiin :') 
Terimakasih ya untuk semua ucapan, semoga Allah mengabulkan doa-doa kalian :')

Kamis, 12 Februari 2015

Gerutu Ditinggal Tidur

Malam ke-5 tidur tanpa mendengar hela nafasmu.
Ya, lagi-lagi seperti ini. Harus jadi wonder women kali ya, biar bisa kuat nahan kangen, mana jauh juga. Aku gak apa-apa kok, yang penting kamu tetep inget, kalo ada aku yang nunggu dikabarin disini, walau ujung-ujungnya ditinggal tidur.
Iya malam ini aku ditinggal tidur, tanpa pamit. Mungkin kamu lelah, dan lelahnya melebihi antusiasku menerima telfon darimu malam ini. Oke, tak apa.
Jadi seharian ini kita tanpa telfon kan? tumben.
"Mas latihan nembak dek, tapi nunggu giliran, lama sekali", katamu.
Entah kenapa, aku merasa disitu kamu kesel banget. Makanya aku iseng kirim fotoku yang manyun sambil bilang "Jangan manyun, Jelek tau". Eh, malah kamu minta foto aku lagi, dan lalu menghilang.
Ah, sudah aku cuma berharap kamu senyum tadi.
Jadi nanti saat kamu sedang capek-capeknya pulang kerja kamu langsung masuk kamar dan tidur, padahal aku dari pagi sudah bolak-balik buku resep, searching digoogle demi buat kamu seneng dan tidur nyenyak setelah menikmati masakanku. Semacam itulah aku malam ini. Maunya menghibur kamu yang seharian sibuk dengan kegiatanmu, tapi malah dikacangin.
Ah abang, aku cerewet ya? tidak kan? hehe
Ngomong-ngomong soal cerewet, aku jadi kangen dicerewetin sama kamu. Ah, iya. Entah hanya perasaanku saja, atau bagaimana. Beberapa hari ini kamu cenderung diam, mungkin capek gara-gara seharian sibuk sama kegiatan, ya mungkin, ini juga alasan aku tak berani banyak menuntut bahkan banyak komentar. Cuma berharap setelah kesibukanmu berkurang, semua kembali normal.
Hehe aku merasa jadi wanita paling banyak ngeluh. ah sudahlah.
Semoga tidurmu nyenyak, jangan lupa ucapan selamat paginya untukku esok ya :)

Rabu, 11 Februari 2015

Malam ini Berbeda

Malam ini berbeda, iya sungguh. Aku merasa sedikit jauh dengan semua hal tentang kamu. Kamu sibuk dengan semua kegiatanmu disana, dan sudah 3 malam aku tak dibolehkan untuk menggerutu manja padamu, hanya karena ingin kau temani sampai terlelap.
Hah, jarak, waktu, dan semua kesibukan kamu, susah jika dibayangkan. Jarak antara kota kita jauh, iya jauh sekali. Tapi aku tidak pernah ingin menjauh bahkan dijauhkan oleh semua hal tentang kamu disana.
Sebenarnya aku adalah wanita yang gampang mengeluh, sebenarnya aku adalah wanita yang gampang merajuk. Tapi entah, sejak 3 hari ini, semua hal tentangmu memenuhi pikiranku, ada sisi lain yang bicara "Dia sayang kamu kok, nanti juga hubungin kamu".
Kamu harus tau, apa yang aku lakukan saat kamu tidur. Ya seperti malam ini, memutar semua lagu yang selalu kamu nyanyikan untukku saat menelfonku, sambil memutar ulang semua hal manis yang sempat kita buat bersama bulan kemarin.
Entah mau tanya aku ini kenapa? jawabanku hanya 2 kata "Aku Rindu".
Semua hal yang telah kita buat dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir kita bulan lalu adalah kenangan yang selalu rajin aku putar berulang kali saat merindukanmu.
Ah, jangan menertawakan aku. Aku memang sangat berlebihan saat merindukanmu.
Aku memang terbiasa terlelap dengan mendengar suara kamu. Tapi malam ini, malam kemarin bahkan besok malam juga, aku harus benar-benar mengalah oleh kesibukanmu.
Inilah akibatnya jika wanitamu ini sering kamu turuti, kamu manjakan hingga apa-apa harus dengan kamu.
Padahal, kamu selalu menyempatkan untuk menghubungiku disela-sela sibukmu, tapi tetap, aku minta waktuku lebih lama :(
Ya, aku paham dan aku juga tak boleh seegois itu, aku pun juga seenaknya sendiri jika sibuk dengan duniaku.
Oke, aku harus menasehati diriku sendiri demi apa? demi KITA :)
Selamat tidur lelaki-ku, semoga esok sibukmu tak berlebihan :)

Senin, 06 Oktober 2014

Aku Sayang Kamu

Selamat Pagi kekasih hati (Syahbana Khoirul Fuad). Aku masih disini bersama harapan-harapan yang kamu beri. Semoga temu lekas berpihak pada kita.

Boleh kan aku menginginkan bersandar dipundakmu selama mungkin. Aku ingin mengabadikan setiap detik pertemuan kita, agar setelah dijauhkan kembali, aku tak terlalu kesepian hanya karena kita jauh.

Rindu akan semua waktu yang pernah kau sempatkan untukku. Ditengah malam kamu hanya ingin menemaiku terlelap & lebih memilih mendengar hela nafas disetiap nyenyakku, itu kamu.

Keras kepalanya kamu,lebih memilih mengabaikan lelah demi bersamaku lewati setiap jeda kesibukanmu.

Semoga kamu tetap jadi Syahbana yang kemarin, Syahbana yang lebih memilih aku sebagai tempat penghapus lelahmu seharian.

AKU SAYANG KAMU

Jumat, 01 Maret 2013

Sempat Bahagia Bersamamu

Bintang menjadi saksi bisu saat aku merindukanmu.Bulan menjadi penghibur saat aku mengingatmu. Malam menjadi bingkai saat aku mengenangmu. Lalu hujan menjadi pelengkap tangis saat aku tak lagi bisa bersamamu

Kenapa harus ada keegoisan antara kita. 
Kenapa harus ada kebohongan antara kita. Dan kenapa harus ada penghianatan. Kenapa?..kenapa??..dan kenapa??..

Aku tau aku sempat mengecewakanmu. 
Tapi ini bukan kesengajaan yang aku buat. Aku mengaku salah atas kelalaianku . Dan aku mengaku salah atas kebodohanku

Mengertilah....

Kita belum sempat mengurai hari bersama. Kita belum sempat mengukir senyum bersama. Dan kita juga belum sempat menata masa depan bersama

Memanglah tak salah ketika kepergian yang jadi keputusanmu. 
Apakah harus aku yang tersakiti . Dan apakah juga harus aku yang menyesal setelah ini. Aku sadar waktu tak bisa kembali seperti kepergianmu sekarang. Tapi mengertilah aku akan selalu mengingat. Bahwa aku pernah bahagia bersamamu